Belajar dari Fermentasi

28 October 2015

Nur Hidayat

Proses fermentasi umumnya melibatkan mikroorganisme satu atau lebih spesies untuk menghasilkan produk yang lebih bermakna dari sebelumnya.  Proses ini seringkali membutuhkan kondisi lingkungan yang spesifik namun acapkali pula pada kondisi ruang dan non steril.

Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan kita. Untuk mengubah sesuatu yang kita hadapi saat ini menjadi sesuatu yang bermakna bagi kehidupan kita kelak. Pengubahan kearah yang lebih baik tidak dapat kita lakukan secara mandiri namun membutuhkan keterlibat pihak lain dan juga lingkungan.

Kebersamaan kita dengan tetangga ataupun saudara menjadi hal yang penting dalam memperbaiki diri dan produk kita. Silaturahmi adalah cara untuk menghasilkan produk yang baik dengan membuat sinergi yang baik.

Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas produk akhir kita. Pilihlah lingkungan yang mendukung dan menjadikan produk kita baik dan tidak terkontaminasi. Sayangnya kita seringkali tidak mengatahui kondisi optimal kita. Kita menganggap lingkungan kita saat ini adalah yg terbaik padahal munngkin bukan kondisi yang optimal.

Marilah kita mengenali lingkungan yang baik bagi kita dan teman yang mendukung kita menciptakan produk akhir yang membuat kita dekat dengan Tuhan

PIT PERMI di Semarang

27 October 2015

Pada tanggal 8-9 Oktober 2015 telah dilakukan PIT (Pertemuan Ilmiah tahunan) PERMI (Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia ) di Hotel Patrajasa.

sebelum PIT diadakan pelatihan isolasi jamur dan malamnya dilaksanakan kongres Luar biasa untuk memilih ketua PERMI yang baru dan terpilih sebagai ketua PERMI baru Dr Siswohadi

selama menjalankan tugas

Koagulasi

30 October 2013

Koagulasi adalah proses dimana potensial electrical koloid partikel berkurang sebagai jalan pembentukan mikro-partikel. Mikro-partikel mikro-partikel ini akan membentuk struktur yang lebih besar (flok) dalam proses flokulasi. Koagulasi digunakan dalam pengolahan air untuk mengurangikekeruhan dan warna serta pathogen. Namun demikian, kondisi optimum untuk pengilangan kekeruhan dan warna tidaklah selalu sama untuk setiap bahan organic alami yang akan dihilangkan.

Koagulasi ditetapkan untuk proses-proses biologikal jika partikel kecil secara langsung melekat satu dengan lainnya. Flokulasi adalah agensia yang bekerja untuk menggabungkan partikel. Teknik koagulasi dan flokulasi biasanya digunakan untuk sel utuh, sel pecah atau protein terlarut. Koagulasi secara kimia dilakukan dengan menambahkan koagulan anorganik seperti garam-garam aluminium dan besi.

Efektivitas koagulasi untuk memindahkan bahan organic dan partikel tergantung beberapa factor diantaranya tipe dan dosis koagulan, kondisi pencampuran, pH, suhu, sifat partikel dan sebagainya.

Sejarah Biologi

12 September 2013

Kelahiran biologi tidak dapat lepas dari upaya manusia untuk menguak kebenaran tentang kehidupan, tenatng apa itu hidup, bagaimana organism dapat hidup dan juga mati. Oleh sebab itu dari masa ke masa manusia mempelajari segala organism hidup yang ada. Ketika manusia masih memiliki alat penelitian yang sederhana maka mereka menganggap bahwa organism hidup dapat dibedakan menjadi dua yaitu animalia dan plantae, atau binatang dan hewan. Segala sesuatu yang melakukan aktivitas dengan gerakan aktif dikelompokkan dalam hewan dan yang tidak dapat bergerak aktif dimasukkan dalam dunia tumbuhan.

Ketertarikan manusia terhadap kehidupan yang tercatat adalah apa yang dilakukan oleh Hippocrates (460 – 370 SM) yang mendirikan sekolah kedokteran pertama di Yunani. Hippocrates kemduain dianggap sebagai bapak kedokteran yang sebenarnya (Pikoulis, et.al. 1998). Selain berperan penting dalam pengembangan praktek kedokteran, beliau juga mengembangan etika kedokteran. Kemudian dilanjutkan oleh Aristotle (382 – 322 SM) yang mulai mengelompokkan organism dengan menulis dan menggambarkan apa saja yang termasuk dalam tanaman dan apa saja yang termasuk dalam binatang. Pengetahuan ini dikembangkan dan disempurnakan oleh Theophrastus (380 – 322) terutama untuk tanaman dan ia disebut sebagai bapak botani yang kemudian dilanjutkan oleh Galen (130 – 200 M) yang mulai mengenalkan anatomi.

Catatan sejarah seakan terhenti, dan baru pada abad 16 mulai berkembang lagi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Galen terutama terkait dengan manusia yang dilakukan oleh Andreas Vesalius (1514 – 1564). Marcello Malpighi (1628 – 1667) menjabarkan apa yang disebut dengan metamorphosis (perubahan bentuk tubuh) pada ulat sutera. Sel mulai dikenalkan oleh Robert Hooke (1635 – 1703) sehingga pengetahuan tenatng biologi semakin bekembang pesat. Sel sebagai satuan kehidupan yang mampu melakukan kehidupan dikuak oleh Antonie van Leeuwenhoek (1632 – 1723). Semakin beragamnya organism hidup yang dipelajari dan untuk menghindari kesamaan nama untuk organism yang berbeda atau nama yang berbeda untuk organism yang sama maka Carolus Linnaeus (1707 – 1778) mengenalkan apa yang disebut dengan binomial nomenclature yang member nama spesies tanaman dan binatan dengan dus suku kata untuk spesies menggunakan bahasa latin.

Minyak Cengkeh sebagai Antioksidan?

18 June 2013

Minyak cengkeh merupakan minyak hasil destilasi dari bunga, batang ataupun daun cengkeh. Minyak esensial dari cengkeh dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti industry rokok, farmasi dan obat sakit gigi. Minyak cengkeh ternyata juga dapat menjadi sumber antioksidan, benarkah?

Minyak cengkeh telah diketahui dan teruji mampu melawan mikroorganisme perusak pada makanan stengah basah. Minyak ini juga telah terdaftar dalam “generally Regarded As Safe” oleh United Stated Food and Drug Administration asal tidak melebih 1.500 ppm pada semua kategori makanan. WHO juga mengijinkan mengkonsumsi minyak cengkeh pada batas 2,5 mg/kh berat badan.

Minyak cengkeh mengandung 18 komponen dan beberapa komponen tersebut merupakan senyawa antioksidan. Eugenol (4-allyl-2-methoxyphenol) merupakan komponen utama yang mencapai 90 – 95 % minyak dan merupaka senyawa yg aman dikonsumsi menurut FDA. Pengujian terhadap oksidasi asam linoleat menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dari minyak cengkeh sama dngan BHT dan lebih besar daripada BHA, trolox maupun alfa tocopherol.

Pustaka

Ilhami Gulcin, Mahfuz Elmastas, and Hassan Y. Aboul-Enein. Antioxidant activity of clove oil – A powerful

antioxidant source. Arabian Journal of Chemistry (2012) 5, 489 – 499.

Vibrio

22 March 2013

Nur Hidayat

Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan. Sebagian besar organisme memiliki kandungan air yang lebih dari 50 %. Oleh sebab itu kebutuhan akan air yang dapat dikonsumsi dengan aman menjadi persyaratan yang penting dalam kehidupan ini. Manusia selalu berusaha bagaimana agar kebutuhan air untuk minum dan kebutuhan lainnya terpenuhi dengan baik sehingga tetap menyehatkan ketika dikonsumsi. Namun demikian, saat ini kondisi air semakin lama semakin memburuk, adanya intrusi air laut  dan juga cemaran limbah dan mikroorganisme menjadikan kualitas air dipertanyakan.

Mikroorganisme, dalam kehidupannya sangat membutuhkan air. Daerah yang lembab akan mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Berkaitan dengan kualitas air maka mikroorganisme yang sering menjadi focus perhatian adalah yang berasal dari kotoran manusia ataupun ternak. Limbah cair rumah tangga dan juga limbah cair dari areal pertanian seringkali mengandung mikroorganisme yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa mikroorganisme yang sering mendapat perhatian karena menyebabkan penyakit adalah Vibrio cholera penyebab penyakit kolera, Salmonella enteric supsp enteric  serovar paratyphi penyebab demam tipus, Shigella dysenteriae penyebab disentri, dan sebagainya.

Vibrio merupakan bakteri berbentuk  batang Gram negative dengan flagella polar tunggal, fakultatif anaerob yang mampu melakukan fermentasi dan respirasi. Sodium akan menstimulasipertumbuhannya. Kebanyakan spesies genus ini adalah oksidase positif dan mereduksi nitrat menjadi nitrit.  Vibrioa adalah bakteri akuatik. Spesies ini distribusinya tergantung pada konsentrasi sodium dan suhu air. Vibrio sangat umum dijumpai di laut dan lingkungan perairan baik yang hidup bebas ataupun yang terdapat pada permukaan dan saluran cernak binatang laut. Selain di laut, bakteri ini jufa dapat dijumpai di aur tawar.

Beberapa spesies yang penting adalah V. cholerae, V. parahaemolyticus, V. vulnificus. Beberapa mampu menginfeksi manusia misalnya: Vibrio alginolyticus, Vibrio cholerae O1 and O139, Vibrio fluvialis, Vibrio furnissii, Vibrio harveyi, Vibrio mimicus dan sebagainya. Saat ini spesies yang paling penting adalah V. chloreae, sedangkan V. alginolyticus dapat diisolasi dari jaringan yang terinfeksi. V. fluvialis, Grimontia hollisae (V. hollisae), dan V. mimicus dapat menyebabkan diare atau infeksi saluran pencernaan. V. cholera dapat tumbuh pada suhu 400C dengan pH 9 – 10. Pertumbuhan distimulasi oleh adanya NaCl.

Pustaka:

João P. S. Cabral.  Water Microbiology. Bacterial Pathogens and Water.  Int. J. Environ. Res. Public Health 2010, 7, 3657-3703

Karakteristik Limbah

22 February 2013

Limbah berdasarkan nilai ekonominya dirinci menjadi limbah yang mempunyai nilai ekonomis dan limbah non ekonomis. Limbah yang mempunyai nilai ekonomis adalah limbah yang jika diproses lebih lanjut, maka akan memberikan nilai tambah. Misalnya limbah cair tetes dari pabrik gula yang jika diproses lebih lanjut akan dihasilkan alkohol, spiritus, monosodium glutamat dan lain-lain. Limbah non ekonomis adalah limbah yang apabila diolah atau diproses lebih lanjut tidak memberikan nilai tambah kecuali mempermudah sistem pembuangannya. Limbah jenis ini yang sering menjadi permasalahan dalam pencemaran lingkungan.
Sesuai dengan sifatnya, limbah digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu limbah padat, limbah cair dan limbah gas. Dalam setiap proses produksi suatu industri akan menghasilkan beberapa jenis limbah, dimana satu sama lain jenis dan karakteristik limbah dari masing-masing industri berbeda satu sama lain. Hal ini sangat tergantung pada input, proses serta output yang dihasilkan dalam suatu industri.
a. Limbah padat
Merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. Dimana limbah padat ini dikategorikan menjadi dua bagian yaitu limbah padat yang dapat didaur ulang baik limbah organik ataupun anorganik yang bernilai ekonomis atau yang tidak bernilai ekonomis. Dalam suatu industri tertentu limbah padat yang dihasilkan terkadang menimbulkan masalah baru yang berhubungan dengan tempat atau areal luas yang dibutuhkan untuk menampung limbah tersebut.
b. Limbah cair
Pada umumnya dihasilkan dari suatu industri atau pabrik yang banyak menggunakan air dalam sistem prosesnya. Air tersebut membawa sejumlah padatan atau partikel yang larut maupun yang mengendap baik mengandung senyawa kimia beracun ataupun tidak, yang selanjutnya diolah terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan kembali ataupun dibuang ke lingkungan.
c. Limbah gas
Definisi dari limbah gas adalah limbah yang memanfaatkan udara sebagai media. Limbah gas yang dihasilkan oleh suatu pabrik dapat mengeluarkan gas yang berupa asap, partikel serta debu yang jika tidak ditangkap dengan menggunakan alat, maka dengan dibantu oleh angin akan memberikan jangkauan pencemaran yang lebih luas. Jenis dan karakteristik setiap jenis limbah akan tergantung dari sumber limbah. Uraian dibawah ini akan menjelaskan karakteristik masing-masing limbah serta metode dalam pengolahannya.

Filter Granular

31 January 2013

Sejumlah sistem klasifikasi yang digunakan untuk menggambarkan filter granular termasuk jenis media, laju filtrasi, teknik pencucian, dan pengendalian laju filtrasi. Diskusi ini terbatas untuk pasir lambat, pasir cepat, dan filter tingkat tinggi dengan multimedia lainnya atau monomedium dalam yang fokusnya adalah pada filter pasir cepat dan tingkat tinggi. Tekanan filter (juga disebut filter precoat) dan filter backwash otomatis tidak dibahas.

filter Granular disebut filter mendalam karena partikulat dalam air menembus ke dalam filter serta tertangkap di permukaan.  Bagian bawah saringan terdiri dari dukungan media dan sistem pengumpulan air. Media dukungan ini dirancang untuk menjaga media penyaringan (pasir, batu bara, dll) dalam filter dan mencegah dari keluarnya dengan air yang disaring. Lapisan gradasi kerikil (besar di bawah, kecil di atas) secara tradisional telah digunakan untuk mendukung.

Dalam filter konvensional,  air mengandung padatan tersuspensi diterapkan pada bagian atas filter. Bahan tersuspensi disaring dari air. Sebagai bahan terakumulasi dalam celah media granular, yang makin lama makin banyak sehingga tidak dapat lagi menyaring dengan baik dan kekeruhan efluen mencapai batas yang ditetapkan, filtrasi dihentikan dan filter dibersihkan. Dalam kondisi ideal, waktu yang diperlukan untuk mencapai nilai yang telah dipilih sebelumnya (disebut headloss terminal) sesuai dengan waktu ketika kekeruhan dalam limbah mencapai nilai yang telah dipilih sebelumnya. Dalam praktek sebenarnya, satu atau yang lain akan mengatur siklus pembersihan. Filter dibersihkan oleh backwashing, yaitu air bersih dipompa mundur melalui saringan.

Ada beberapa metode mengklasifikasi filter. Salah satunya adalah dengan mengklasifikasikan mereka sesuai dengan jenis media yang digunakan, seperti pasir, batu bara (disebut antrasit), media dual (batubara ditambah pasir), atau media campuran (batubara, pasir, dan kerikil). Cara lain yang umum untuk mengklasifikasikan filter adalah dengan tingkat filtrasi nominal atau loading rate hidrolik (m3 air diterapkan /hr X M2 luas permukaan, atau m/hr). Berdasarkan tingkat hidrolik, filter digambarkan sebagai filter pasir lambat, filter pasir cepat, atau filter tingkat tinggi. Alternatif yang ketiga adalah untuk mengklasifikasikan penyaring dengan tingkat pretreatment.

Filter pasir lambat pertama kali diperkenalkan pada tahun 1800-an. Air itu dilewatkan pasir pada tingkat pembebanan 3 sampai 8 m3/hr X M2. Sebagai bahan tersuspensi atau koloid pada pasir, partikel mulai terakumulasi di atas 75 mm dan menyumbat ruang pori. Sehingga air tidak akan lagi melewati pasir. Pada titik ini lapisan atas pasir diambil, dibersihkan, dan diganti. Walaupun filter pasir lambat membutuhkan daerah lahan yang luas dan padat karya, namun memiliki struktur murah dibandingkan dengan jenis lain, dan telah lama berhasil digunakan.

Filter pasir cepat adalah filter yang dibersihkan di tempat oleh backwashing. Air pencuci dialirkan sehingga lapisan pasir disebarkan dan partikel disaring dikeluarkan dari lapisan. Setelah backwashing, pasir mengendap kembali ke tempatnya. Partikel terbesar mengendap pertama, sehingga lapisan pasir halus di atas dan lapisan pasir kasar di bagian bawah. filter pasir cepat adalah jenis filter yang paling umum digunakan di pabrik pengolahan air saat ini. Secara tradisional, filter pasir cepat telah dirancang untuk beroperasi pada tingkat pembebanan dari 120 m3/hr X M2 (5 m/j). Filter ini sekarang dapat beroperasi dengan sukses pada tingkat pembebanan yang lebih tinggi melalui penggunaan media seleksi yang tepat dan perbaikan pretreatment.

Dalam saringan pasir cepat, pasir terhalus adalah di bagian atas, sehingga ruang pori terkecil juga di atas. Oleh karena itu, sebagian besar partikel akan menyumbat di lapisan atas saringan. Dalam hal penggunaan filter yang lebih dalamh untuk menghilangkan partikel, perlu meletakkan partikel besar di atas partikel-partikel kecil. Hal ini dilakukan dengan menempatkan lapisan batubara kasar di atas lapisan pasir halus untuk membentuk dual-media filter. Batubara memiliki berat jenis yang lebih rendah dari pasir, jadi, setelah backwash, batubara mengendap lebih lambat dari pasir dan berakhir di atas. Beberapa filter dual-media dioperasikan sampai dengan tingkat pembebanan dari 480 m3/hr X m2 (20 m/j).

 

Peramalan Pemintaan Produk Keripik Tempe CV Aneka Rasa Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan

14 August 2012

 

Peramalan permintaan merupakan tingkat permintaan produk yang diharapkan akan terealisir pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan meramalkan permintaan CV Aneka Rasa menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan. Jaringan Syaraf Tiruan (JST) merupakan metode peramalan permintaan yang sering digunakan oleh perusahaan agar permintaan konsumen dapat terpenuhi. Pengolahan data untuk metode JST dimulai dengan merancang arsitektur jaringan, penggunaan algoritma pembelajaran Backpropagation, pengujian dan pengolahan data menggunakan software. Penerapan metode JST untuk peramalan permintaan keripik tempe rasa daun jeruk dengan menggunakan algoritma Backpropagation, arsitektur Multi Layer Network menghasilkan arsitektur jaringan terbaik yaitu 2-4-1 (2 neuron input, 4 neuron hidden layer, dan 1 neuron output). Jaringan ini memiliki nilai Mean Square Error (MSE) terkecil sebesar 0,0047651 dengan koefisien korelasi 0,9572 dan gradien sebesar 0,9756 yang artinya output sama dengan target, sedangkan koefisien determinasi sebesar 92,62% artinya bahwa output sudah mampu mewakili target sebesar 92,62%. Hasil peramalan untuk bulan Januari-Desember 2012 yaitu 16.276, 16.425, 16.620, 16.696, 16.809, 16.735, 16.763, 16.855, 16.956, 17.074, 17.189 dan 17.254 kemasan.

Kata Kunci: Peramalan Permintaan, Jaringan Syaraf Tiruan, Keripik Tempe

Download

Bioremediasi Karbamat oleh Bakteri

23 July 2012

Keberadaan pestisida di alam merupakan masalah besar bagi lingkungan karena bersifat toksik bagi manusia dan hewan dan juga kualitas lingkungan. Pestisida sendiri awal mulanya dibutuhkan petani untuk melawan serangga agar produktivitas pertanian meningkat sehingga kebutuhan pangan manusia terpenuhi, namun tanpa disadari penggunaan pestisida kini menjadi maslah tersendiri bagi manusia dalam kaitannya dengan lingkungan.
Produksi secara komersial pestisida karbamat sudah dimulai sekitar 60 tahun yang lalu dengan diproduksinya chloropropham (isopropyl N-(3-chlorophenyl) carbamate; yang umum digunakan untuk kentang sekaligus dapat berfungsi sebagai herbisida. Senyawa ini resisten terhadap hidrolisis dan oksidasi sehingga mikroorganisme yang mampu melakukan bioremediasi senyawa ini sangatlah terbatas. Beberapa bakteri pembentuk biofilm mampu melakukan perombakan senyawa ini dalam waktu 48 jam. Beberapa contoh bakteri perombak karbamat adalah Achromobacter denitrificans , Delftia acidovorans , Delftia tsuruhatensis, Pseudomonas umsongensis, dan Pseudomonas nitroreducens. untuk lengkapnya dapat dilihat di APPLIED AND ENVIRONMENTAL MICROBIOLOGY, July 2011, vol 77 no 14 p. 4728–4735.
Dari uraian di atas dapat kita mabil hikmah bahwa manusia seringkali berbuat gegabah dengan membuat sesuatu yang tidak dipikirkan dampaknya di kemudian hari, setelah menjadi masalah barulan mereka menyerahkan penyelesaiannya pada ciptaan Allah. Jadi? Masihkan kita mengingkari bahwa Allah menciptakan sesuatu tidaklah sia-sia? Kadang kita tak tahu fungsinya dan baru diketahui beberapa waktu kemudian.
Maha benar Allah dengan segala firmannya.

Next Page »