fermentasi

Salmonella

21 April 2018

Salmonella  merupakan bakteri yang sering mengkontaminasi produk pangan dan menjadi perhatian serius di Negara-negara maju. Bulan April ini, di Amerika Serikat dilakukan penarika lebih dari 200 juta telur yang terkontaminasi dan pada bulan Februari juga ditarik 10.000 kg ready-to-eat chicken salad. Tentu kita dapat bayangkan berapa kerugian yang ditanggung, dan akan diapakan produk tersebut. Di Indonesia mungkinkah dilakukan hal tersebut. Ketika kasus Nematoda pada produk ikan dalam kaleng saja tidak dilakukan penarikan seluruh produk apalagi untuk kontaminan yang tidak nampak. Bahkan ada teman yang bilang, orang kita sudah biasa mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi Salmonella.

Salmonella dapat menyebabkan sakit pada manusia, tergantung spesies dan juga ketahanan individu. Gejalan terinfeksi Salmonella dapat berupa deman, diare, pusing, muntah-muntah dan dapat berakibat fatal bagi anak usia dibawah 5 tahun atau orang dewasa di atas 65 tahun dengan system imun yang rendah.

Beberapa spesies Salmonella dapat dijumpai pada beberapa produk asal hewan misalnya pada seafood dari Asia sering dijumpai adanya S. enteric, pada jajanan pasar kadang dijumpai adanya S. tiphy dan sebagainya. Beberapa senyawa yang dapat digunakan untuk mengurangi jumlah Salmonella adalah garam dapur, ekstrak bawang maupun asam laktat dan juga melalui fermentasi laktat.

Sumber:

3200 Million Eggs Recalled After Nearly Two Dozen Were Sickened With Salmonella, Officials Say. 2018.  https://Www.Washingtonpost.Com/News/Business/Wp/2018/04/15/200-Million-Eggs-Recalled-After-Nearly-Two-Dozen-Were-Sickened-With-Salmonella-Officials-Say/?Noredirect=On&Utm_Term=.6655e3c54579

Nutrisi dan Pertumbuhan

11 February 2018

Nur Hidayat

Setiap makhluk hidup memerlukan nutrisi untuk pertumbuhannya. jumlah nutrisi yang dibutuhkan disesuaikan dengan kebutuhannya sehingga organisme tersebut tumbuh dengan baik.

Pada mikroorganisme kemampuan menggunakan nutrisi yang ada di alam dapat dibedakan atas cara memperoleh dan ragam sumbernya. sebagai contoh untuk memenuhi kebutuhan karbonnya, maka kita dapat membedakan mikroorganisme yang sumber karbonnya adalah karbon anorganik dan disebut autotrof sedang yang menggunakan bahan organik disebut dengan heterotrof.

Apa manfaatnya bagi kehidupan kita?

mikroorganisme autotrof akan mengurangi cemaran karbon dioksida di alam dan mengembalikan karbon tersebut menjadi karbon organik yang dapat dimanfaatakn organisme lain termasuk manusia. jumlah karbon dioksida semakin meningkat akibat keserakahan manusia dalam mengeksploitasi alam sehingga produksi polusi terus meningkat, disisi lain pohon sebagai organisme autotrof banyak ditebangi dan lahannya digunakan untuk kepentingan lain. maka peran mikroorganisme menjadi makin penting.

Hal yg sama juga dilakukan oleh mikroorganisme heterotrof. mikroorganisme ini menggunakan bahan organik yg ada di alam. ada yg bersifat parasit ada pula yg saprofit.

mikroorganisme saprofit akan menghancurkan bahan organik dari organisme yang telah mati dan digunakan untuk nutrisinya. kemampuan ini menjadikan bahan organik yang da di alam dapat diubah ke bentuk lain yang lebih bermanfaat dan siklus nutrien akan lancar.

sampah merupakan bahan organik yg memerlukan mikroorganisme dalam pengolahannya. juga untuk pembuatan kompos ataupun biogas.

jadi mikroorganisme bukanlah sesuatu yang ditakuti karena ia diciptakan Allah untuk membantu kehidupan manusia. tergantung bagaimana kita bersyukur terhdap semua ciptaan Allah

fungi

Belajar dari Fermentasi

28 October 2015

Nur Hidayat

Proses fermentasi umumnya melibatkan mikroorganisme satu atau lebih spesies untuk menghasilkan produk yang lebih bermakna dari sebelumnya.  Proses ini seringkali membutuhkan kondisi lingkungan yang spesifik namun acapkali pula pada kondisi ruang dan non steril.

Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan kita. Untuk mengubah sesuatu yang kita hadapi saat ini menjadi sesuatu yang bermakna bagi kehidupan kita kelak. Pengubahan kearah yang lebih baik tidak dapat kita lakukan secara mandiri namun membutuhkan keterlibat pihak lain dan juga lingkungan.

Kebersamaan kita dengan tetangga ataupun saudara menjadi hal yang penting dalam memperbaiki diri dan produk kita. Silaturahmi adalah cara untuk menghasilkan produk yang baik dengan membuat sinergi yang baik.

Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas produk akhir kita. Pilihlah lingkungan yang mendukung dan menjadikan produk kita baik dan tidak terkontaminasi. Sayangnya kita seringkali tidak mengatahui kondisi optimal kita. Kita menganggap lingkungan kita saat ini adalah yg terbaik padahal munngkin bukan kondisi yang optimal.

Marilah kita mengenali lingkungan yang baik bagi kita dan teman yang mendukung kita menciptakan produk akhir yang membuat kita dekat dengan Tuhan