Home » limbah » Limbah dan Lingkungan

Limbah dan Lingkungan

21 February 2012

Limbah telah lama mengitari kehidupan manusia terutama setelah dikenal adanya peradapan menetap di suatu tempat dan membentuk koloni. Kota-kota sejak dulu hingga kini disibukkan dengan problem sampah yang tidak terkonsumsi. Adanya limbah kemudian memunculkan ide beberapa individu ataupun kelompok untuk memanfaatkan bagian limbah menjadi produk-produk tertentu. Hal ini terus berkembang hingga kini.

Secara histories ada hubungan antara limbah dengan kesehatan dan ini juga memacu adanya perubahan pandangan manusia tentang limbah dan cara pengelolaannya. Kajian pada pertenganan abad 19 menunjukkan hubungan antara penumpukan limbah di Sungai Thames dengan insiden epidemi Kholera. Ini terjadi 30 tahun sebelum bakteri kholera diidentifikasi. Penumpukan limbah yang mengakibatkan ganngguan kesehatan ini semakin meningkat dengan adanya revolusi industri sehingga dikembangkan cara pengumpulan sampah,pembersihan jalan dan tempat pembuangan sampah yang jauh dari pemukiman. Pembakaran limbah dikembangkan di Inggris pada tahun 1870an dan dikembangkan ke bidang industri dengan beberapa perbaikan.

Kalau diperhatikan sejarah perkembangan pengelolaan lingkungan industri, maka tahap paling awal yang dilakukan oleh industri adalah membiarkan terbentuknya limbah dan hanya memperhatikan produknya saja. Namun hal ini tidak dapat bertahan lama karena akumulsi limbah menyebabkan berbagai permasalahan internal industri, misalnya estetika, kesehatan dan sebagainya. Maka tahap berikutnya adalah mengupayakan agar limbah tersebut tidak menumpuk di lingkungan industri dan membuangnya ke tempat lain. Biasanya pembuangan limbah ini dilakukan pada saat hujan karena dengan begiu konsentrasi polutan menjadi rendah (mengalami pengenceran) dan limbah segera hilang dari lokasi industri. Meskipun kelihatan seperti yang diharapkan, pengenceran sebenarnya bukan jalan keluar, karena beban limbah total yang diterima oleh lingkungan adalah tetap. Apalagi kalau limbah yang dibuang tersebut bersifat  sulit terdegradasi, maka polutan tersebut tetap saja akan terakumulasi di suatu lokasi dan mencemarinya. Demikianlah pendekatan pasif pengelolaan lingkungan seperti ini tidak memberikan manfaat sama sekali bagi lingkungan.

limbah ,

No Comments to “Limbah dan Lingkungan”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*