Likopen pada Tomat

28 December 2011

Likopen adalah senyawa fitokimia dari kelompok karotenoid yang banyak terdapat pada tomat. Likopen merupakan pigmen berwarna kuning, oranye, dan merah yang disintesis oleh tumbuhan. Fungsi utama bagi tumbuhan adalah menyerap cahaya dalam fotosintesis, pelindung tanaman dari fotosensitivitas.
Pada dekade terakhir diyakini likopen memiliki fungsi biologis penting yaitu mengurangi resiko terkena penyakit kronik seperti kanker prostat. Kajian espidemiologi juga menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi produk-produk berbasis tomat dapat dikaitkan dengan pengurangan kanker. Likopen juga dilaporkan mampu menangkap ”singlet oxygen” karena adanya rantai panjang dengan ikatan rangkap terkonjugasi. Likopen memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan karotenoid lainnya seperti lutein dan -karoten yang juga terdapat dalam tomat dalam jumlah kecil.
Dalam tomat segar, yang dominan adalah trans-likopen. Namun demikian, trans-likopen dapat mengalami isomerisasi atau degradasi selama pengolahan pangan yang dapat menurunkan aktivitas biologisnya. Namun demikian, adapula penelitian yang menunjukkan sebaliknya. Isomer cis-likopen lebih larut dalam misel asam empedu. Likopen juga lebih mudah larut dengan adanya lemak dalam diet. Secara teoritis, derajat isomerisasi likopen dalam juice tomat yang dipengaruhi oleh berbabagai perlakuan panas tetaplah tidak diketahui dengan pasti.
Kandungan likopen dalam tomat segar dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti varietas, kondisi pertumbuhan dan waktu pemanenan. Kandungan likopen berkisar dari 8 – 50 mg/g. Pada tomat dengan warna merah tua, kandungan likopen dapat mencapai 150 mg/g dan merupakan 85 % lebih dari total karotenoid pada tomat.
Secara kimia, likopen adalah acyclic, polyene simetrik yang mengandung 13 ikatan ganda dengan 12 terkonjugasi. Struktur ini menjadikan likopen sensitif selama pengolahan pangan sebagai hasil perlakuan panas,cahaya, prooksidan dan sebagainya. Dua perubahan utama yang terjadi selama prosesing adalah degradasi dan isomerisasi. Dalam banyak sumber tanaman, semua likopen yang dominan adalah isomerisasi. Z-isomer merupakan yang paling umum dalam pengolahan tomat yang mencakup 5-Z-, 9-Z-, 13-Z- dan 15-Z-likopen. Z-likopen menjadi kajian yang menarik karean memiliki kapasitas antioksidan yang lebih tinggi daripada semua E-likopen begitu juga dengan bioavailabilitasnya.
Kinetika degradasi likopen telah banyak dipelajari dan sebagaian besar menunjukkan model reaksi ordo pertama atau model konversi fraksional. Energi aktivasi yang dilaporkan berkisar dari 18 – 30 kJ/mol tergantung sumber likopen, medium reaksi dan kondisi prosesing. Hanya beberapa studi yang menunjukkan kinetika pembentukan Z-isomer. Hasil studi kinetika tergantung dari kondisi prosesing yang digunakan dan interaksinya dengan komponen pangan lainnya.

Xylitol

25 December 2011

Xylitol tidak hanya pemanis bebas gula, tetapi jua memiliki sifat-sifat yang unik sehingga digunakan secara luas dalam bidang farmasi, perawatan kesehatan dan industry pangan. Xylitol digunakan sebagai alternative pemanis pengganti sukrosa bagi penderita diabetes karena nilai kalorinya yang rendah dan mungkinsebagai anti karsinogenik karena mampu menghambat pertumbuhan bakteridi mulut. Xylitol juga digunakan sebagai pemanis pada produk – produk pangan seperti permen,permen karet, soft drink dan produk – produk kesehatan pribadi seperti pencuci mulut dan pasta gigi. Xylitol adalah produk dengan nlai tambah tinggi dan memiliki potensi pasar yang bagus, oleh sebab itu optimasi produksi dan teknologi pemurniannya perlu terus dikaji.

Xylitol dapat diperoleh dengan berbagai teknologi termasuk ekstraksi dari beberapa buah dan sayur seperti strawberry, raspberry, plump dan pear, tetapi jumlahnya yang sangat kecil dalam buah dan sayur menjadikan ekstraksinya sulit dan tidak ekonomis. Secara tradisional, produksi xylitol skala besar komersial adalah secara kimia melalui reduksi D-xylosa dengan adanya katalis nikel pada suhu tinggi. Namun demikian, suhu tinggi (80 – 1400C) dan membutuhkan tekanan (diatas 50 atm) menjadikan prosedur pemurniannya menjadi mahal. Oleh karena itu, produksi xylitol secara fermentasi diharapkan mampu mengurangi biaya produksi.

Metode bioteknologi untuk memperoleh xylitol didasarkan pada fermentasi hidrolisat tongkol jagung. Dibandingkan dengan proses kimia tradisional, biokonversi dari hidrolisat tongkol jagung menjadi xylitol lebih unggul karena prosedurnya lebih sederhana, konsumsi energy dan polusinya rendah. Bioproduksi xylitol daritongkol jagung meliputi tahap – tahap: hidrolisis hemiselulosa, biokonversi xylosa oleh khamir, pemurnian dan kristalisasi xylitol dari hidrolisat yang difermentasi.

Hidrolisis tongkol jagung (perbandingan tongkol jagung dan air adalah 1 : 10) ditambahkan asam sulfat (nisbah asam sulfat dan air adalah 1,5 : 100) dan dipanaskan selama 2 jam pada suhu 1000C. Hidrolisat yang diperoleh (bagian cair) dinetralkan dengan kalsium hidroksida. Setelah pemisahan residu tongkol jagung dan endapan kalsiumsulfat melalui filtrasi, hidrolisat kemudian dipekatkan dengan evaporasi vakum. Akhirnya hidrolisat diperlakukan dengan karbon aktif untuk memisahkan bagian substansi yang berpotensi menghambat biokonversi xylitol menggunakan Candida tropicalis. Setelah fermentasi, larutan yang diperoleh dipekatkan secara vakum.

Perlakuan karbon aktif adalah metode yang efisien dan ekonomis untuk mereduksi cemaran – cemaran pada larutan fermentasi termasuk warna, senyawa – senyawa fenol, asam asetat, senyawa – senyawa aromatic, furfural dan hidroksi metal furfural. Perlakuan resin ion-exchange digunakan untuk mereduksi penghambat – penghambat pada larutan fermentasi seperti garam – garam anorganik, asam asetat, furfural dan hidroksimetilfurfural. Resin anion-exchange digunakan untuk memisahkan senyawa – senyawa warna dari media fermentasi sedangkan resin cation-exchange digunakan untuk desalinasi dan memisahkan seyawa – senyawa organic bermuatan positif.

Setelah proses fermentasi akan dihasilkan 0,8 g xylitol per gram xylosa yang dikonsumsi. Larutan hasil fermentasi berwarna kuning gelap. Selain mengandung xylitol juga terkandung produk samping seperti xylosa, arabinosa, warna dan garam – garam anorganik yang akan mempengaruhi proses kristalisasi.

Produksi Minyak dari Limbah

21 December 2011

Limbah minyak biasanya dibuang dengan salah satu dari dua cara yaitu langsung ke sistem pembuangan limbah melalui wastafel atau dibuang bersama-sama dengan sampah. Kedua cara ini pada dasarnya tidak ramah lingkungan karena yang pertama dapat menyumbat saluran pembuangan sedang yang kedua hanya memindahkan ke lingkungan yang lebih luas sehingga menambah beban tempat pembuangan sampah.

Indonesia merupakan salah satu Negara yang banyak mengkonsumsi minyak goring, daging, ikan, sayur dan ayam untuk makanan cepat saji ataupun makanan sehari-hari sehingga menghasilkan limbah minyak yang sangat banyak. Zat hidrofobik seperti limbah sabun, minyak sayur, minyak mentah dan berbagai esterini sebenarnya meruoakab substrat yang baik untuk produksi minyak microbial.

Konversi limbah minyak menjadi produk bernilai ekonomis telah mendorong ide penggunaan khamir penghasil minyak untuk prouksi asam lemak yang bermanfaay. Tiap khamir memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Cryptococcus curvatus menghasilkan senyawa yang setara lemak kakao, Mortierella alpina dikenal menghasilkan asam arakhidonat dan Mucor circinelloides kaya g-linolenat. Rhossporidium toruloides dikenal sebagai penghasil asam oleat,asam palmitat, asam stearat dan asam lonoleat sedangkan Rhodotorula glutinis menghasilkan triasilgliserol. Khamir berlemak mudah ditumbuhkan pada berbagai limbah pertanian dan limbah industry berlemak. Khamir ini juga dapat ditumbuhkan pada air limbah monosodium glutaman atau gliserol dari limbah biodiesel.

Asam lemak mikroba, khususnya Poli asam lemak tak jenuh (PUFA), dianggap sangat penting dari sudut pandang klinis, mereka membentuk mayoritas asam lemak di jaringan otak, mereka tersedia dalam susu ibu tetapi tidak ada dalam susu sapi dan susu formula yang digunakan sebagai pengganti susu ibu. Pengembangan fungsi saraf dan retina tergantung pada PUFA. Meskipun minyak ikan banyak mengandung PUFA, namun ada kekhawatiran tentang penggunaan minyak ikan sebagai suplemen, terutama untuk bayi, karena terkait masalah polusi lingkungan. Strain khamir tertentu dikenal mampu menghasilkan minyak PUFA, yang dianggap sebagai minyak yang paling sesuai dari sudut pandang ekonomi dan kesehatan.

Media kultur yang digunakan untuk produksi lipid adalah medium basal yang terdiri dari yeast extract, 1.0 g; KH2PO4, 2.4 g; Na2HPO4.12H20, 2.3 g; MgSO4.7H20, 1.0 g; (NH4)2SO4, 4.0 g; larutan trace minerals, 10.0 ml dan larutan FeSO4, 1.0 ml. larutan trace mineral dengan komposisi (grams per liter): CaC12.2H20, 3.6 g; ZnSO4.7H20, 0.75 g; CuSO4.5H20, 0.13 g; CoC12.6H20, 0.13 g; MnSO4.H20, 0.50 g; (NH4)2MO2O7, 0.12 g. larutan FeSO4 mengandung 24g FeSO4.7H2O per liter. Glukosa 30 g/l. Erlenmeyer 500 ml diisi dengan 200 ml medium basal, diinokulasi dengan 107 sel kahmir dan diinkubasi selama 6 hari pada shaker waterbath dengan laju agitasi 125 rpm dan inkubasi 28+ 1 0C.

Sumber:

Heba El Bialy • Ola M. Gomaa • Khaled Shaaban Azab. 2011. Conversion of oil waste to valuable fatty acids using Oleaginous yeast. World J Microbiol Biotechnol 27:2791–2798

Bakteri kokus gram positif (grup 14)

15 December 2011

Nur Hidayat

Aerobik: Micrococcus, Staphylococcus, Streptococcus, Leuconostoc

Anaerobik: Methanosarcina, Thiosarcina, Sarcina, Ruminococcus

Genus Micrococcus pertama kali dijelaskan oleh Cohn (1872). Deskripsi genus telah direvisi beberapa kali. Baird-Parker (1965) membagi bakteri  aerobik katalase-positif, kokus Gram-positif ini menjadi dua kelompok. Strain yang memfermentasi glukosa ditempatkan ke dalam kelompok 1 dan digambarkan sebagai anggota dari genus Staphylococcus, sedang yang memanfaatkan glukosa oksidatif, atau tidak sama sekali, ditempatkan dalam kelompok 2 (genus Micrococcus).

Rosypal dkk. (1966) mengusulkan klasifikasi ke dalam kelompok berdasarkan pada kandungan GC DNA genom. Strain dengan kandungan GC dalam kisaran 30,7-36,4% mol digolongkan dalam genus Staphylococcus, sedangkan strain dengan kandungan GC dalam kisaran 66,3-73,3% mol adalah genus Micrococcus. Genus Micrococcus mencakup spesies Micrococcus lylae, Micrococcus kristinae, Micrococcus nishinomiyaensis, Micrococcus sedentarius dan Micrococcus halobius. Kemudian, analisis urutan 16S rDNA dan studi kimia menyebabkan fragmentasi genus Micrococcus dan usulan menjadi empat genera baru – Kocuria, Nesterenkonia, Kytococcus dan Dermacococcus – sementara itu hanya dua spesies, Micrococcus luteus dan M. lylae, yang dianggap mewakili genus Micrococcus. Baru-baru ini, bakteriyang beradaptasi dengan kondisi dingin telah terbukti masuk genus Micrococcus, dan diberi nama Micrococcus antarcticus.

Staphylococcus merupakan Gram positif, non-motil coccus, sering ditemukan dalam kelompok seperti anggur (staphylo). Semua spesies mamalia yang diketahui, termasuk tikus laboratorium, rentan terhadap kolonisasi S. aureus. Karena kemampuannya untuk mengkolonisasi pada berbagai spesies, S. aureus dapat dengan mudah menular dari satu spesies ke yang lain, termasuk dari manusia ke hewan dan sebaliknya.

Streptococcus merupakan bakteri Gram positif, kokus, biasanya dalam bentuk rantaian atau berpasangan, fakultatif anaerob, katalase negative, Mereka dapat diklasifikasikan tergantung pada reaksi hemolisis pada Sheep blood agar.

Spesies – spesies Leuconostoc adalah katalase-negatif, Gram positif dengan morfologi coccoid. Pada tahun 1985, Buu-Hoi dkk. melaporkan kasus pertama infeksi Leuconostoc pada manusia. Sejak itu, Leuconostoc spp. Dianggap terlibat dalam berbagai infeksi, terutama pada pasien yang diobati dengan vankomisin. Namun, spesies ini belum pernah dianggap sebagai agen yang menyebabkan wabah sakit parah yang mengancam kehidupan sejumlah besar orang.

Methanosarcina berbentuk kecil hingga bulat besar terdiri dari banyak unit tidak teratur banyak. Tubuh bulat mungkin ada sebagai (i) bentuk coccoid kecil dengan diameter 1-3 mikrometer, dengan kecenderungan untuk ketidakteraturan, (ii) coccoid lebih besar dengan diameter 5 sampai 10 mikrometer, terjadi dalam kelompok 5 sampai 10 atau lebih, dan ( iii) besar bulat dengan diameter 20 sampai 100 mikrometer atau lebih. Hasil pewarnaan Gram adalah variabel. Nonmotile. Anaerob obligat. Metabolisme energi dengan pembentukan metana dari asetat, metanol, mono-, di-, dan trimethylamines, H2-C02, dan mungkin CO suhu pertumbuhan berkisar 25 – 45°C dan 35 – 55°C. Suhu pertumbuhan optimal 37°C untuk mesophiles dan 50°C untuk thermophiles moderat.

Sarcina lutea, merupakan bakteri nonmotile, gram positif, aerob (fakultatif anaerobik), Micrococcus penghasil pigmen, dapat ditemukan di udara, tanah, dan air di seluruh bumi. Bakteri ini sensitive terhadap penisilin. Koloni berwarna kuning.

Persiapan ISO 9001 dan 17025

16 March 2011

Akhir-akhir ini staf di LSIH sangatlah sibuk karena harus menyiapkan dua dokumen sekaligus, meskipun pada intinya kedua dokumen itu mirip namun dalam tatanan yg berbeda. tentu saja tetap membutuhkan keja ekstra.

setelah ada dokumen lalu dicoba dilakukan audit internal yang diketuai Pak Joni. dan nampak adanya beberapa kelemahan yang memang harus segera diperbaiki.

mamu tidak mau untuk sebuah kemajuan memang harus kerja berat

Persiapan ISO juga mengakibatkan biaya analisis naik karena adanya keharusan kalibrasi alat yang dulu jarang terpikirkan. bahkan banyak mahasiswa yang belum menyadari arti pentingnya kalibrasi alat dan pengukuran ketidakpastian.

ayo semangat

Function of hINSR mutant against tyrosine kinase precede abnormally on onset diabetes mellitus: in silico study

20 February 2011

ICBS 2011

Fatchiyah1,2)

1)Dept of Biology Faculty of Sience, Brawijaya University

2)Central Lab. Of Life Sciences, Brawijaya University

Email: fatchiya@gmail.com

 ABSTRACT

The pathogenesis of NIDDM has been studied in various ethnic groups. It appears that insulin resistance can precede the clinical onset of NIDDM. Mutations of the human insulin receptor gene have been identified in patients with severe insulin resistance, and studies of these naturally occurring mutants may provide important insights into the relationship between structure and function of the receptor. The aim of our research is to characterize genomic and proteomic insulin receptor (hINSR) of Indonesian diabetes mellitus patients. The bloods were collected from normal and DM patients from some public clinics and Saiful Anwar Hospital, Malang. DNA and RNA were isolated from blood, and then sequenced by ABIPrims Sequencer. To find out the genomic hINSR, DNA sequences were analyzed and characterized by in silico analysis, such as alignment by BioEdit & BLAST program from NCBI, and superimposed by Strap JAVA program, 2D- & 3D-structure analysis Swiss Model program. To examine the cytoplasm pathway tyrosine kinase, using docking hINSR-Tyrosine Kinase domain & IRS-1 (PTB domain) analyzed by Hex 5.1. We found specific protein of DM patient from 2D-protein profile and some type mutation of hINSR and can change the INSR 3D-protein structure and the 3D ligand structure of hINSR and insulin completely changed on DM patient. According to our result, we suggested that the hINSR protein mutation of DM patient precede abnormally hINSR function against tyrosine kinase and perhaps correlated with genetic syndrome of insulin resistance. The change function is presumed to inhibit the interaction between hINSR and IRS, makes transduction signals disturbance in the process of absorption of glucose leads to insulin resistance of diabetes mellitus.

 Key words: insulin receptor, diabetes mellitus, genetic syndrome, in silico, tyrosine kinase

Audit Lab

19 February 2011

pada hari Rabu 16 Februari 2011 kami semua staff di LSIH mendapat kehormatan untuk dikunjungi ibu Tini dari LIPI yang bersedia membantu melakukan pengecekan dokumen sebelum audit dilakukan. beliau benar teliti dan sangat cermat sehingga kamisangat terbantukan untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada. acara dimualai dari jam 9 pagi hingga jam 18.00.
selain pengecekan dokumen juga dilakukan pengamatan aktivitas mulai dari terima sampel, kegiatan lab hingga laporan dikeluarkan.
selesai acara dilakukan diskusi lalu makan malam bersama.
makasih bu Tini.

Tindak Lanjut Kunjungan ke UNMC

7 February 2011

Pada tanggal 27 Januari 2011 staf LSIH: Bu fatchiyah, Pak Gatot, Pak Kuswanto dan Bu Wiwid menghasilkan beberapa pandangan menarik:
1. penataan laboratorium
2. penganaan jas laboratorium yang berbeda antara analis, visitor dan peneliti
3. tema seminar LSIh “pendekatan molekuler pencegahan dan terapi kanker” dengan pembicara dari UNMC Prof Shandy dan Dr. Susan.
4. tanda keamanan di masing2 lab
5. Ruang preparasi

Kunjungan dan penjajagan kerjasama dari Biofarma bandung

21 January 2011

Selasa 18 Januari 2011

Kamis, 20 januari 2011 Lsih-UB menerima kedatangan tim dari PT. BIO FARMA PERSERO yang terdiri dari dr. Elvyn Fajrul Jayasaputra selaku direktur pengembangan dan perencanaan, Iwan Setiawan, SE selaku sekertaris, staf ahli dr. Erman Boedisetianto beserta 3 orang staf R&D. Kunjungan yang berlangsung sekitar 4 jam ini diterima secara langsung oleh Direktur LSIH UB Dra. Fatchiyah, M.Kes., Ph.D dan beberapa staf. Tim BIO FARMA juga berkesempatan untuk memenuhi undangan Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Bambang Suharto, MS yang kemudian dilanjutkan dengan visitasi laboratorium biologi molekuler dan seluler serta laboratorium proksimat LSIH UB

staf LSIH dan Biofarma

foto bersama usai ramah tamah dengan staf Biofarma Bandung

PT. BIO FARMA PERSERO merupakan suatu badan usaha milik negara yang memproduksi vaksin dan antisera. Dalam visinya untuk menjadi produsen vaksin dan antisera yang berdaya saing global, BIO FARMA telah memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan vaksin dan antisera yang berkualitas internasional untuk kebutuhan pemerintah, swasta nasional, dan internasional. Guna meningkatkan daya saing dipasar internasional Bio farma bekerja sama dengan beberap universitas di Indonesia

Pada kesempatan kali ini PT. BIO FARMA mengajak tim LSIH UB untuk bekerja sama dalam beberapa hal diantaranya training, pemanfaatan peralatan laboratorium, pengembangan vaksin dari hasil penelitian yang selanjutnya akan dikembangkan di PT. Bio farma. Dalam kesempatan ini disepakati untuk segera mengadakan tindak lanjut teruatam berkaitan dengan paten yang telah dimiliki oleh pihak UB untuk dijajagi ketingkat komersial. Ada 2 paten yang nantinya diharapkan bisa segera terealisasi dalam pertemuan selanjutnya yakni bidang molekuler dan seluler yaitu tentang Imunokontrasepsi dan Diabetes Melitus test kit. Dalam pertemuannya, tim Bio farma mengutarakan ketertarikannya terhadap kedua paten tersebut. Oleh karenanya tim LSIH UB diminta untuk mempersiapkan diri guna terealisasinya kerjasama ini. Diharapkan dalan bulan Februari telah ada pertemuan lanjut.

Kunjungan dari UIN dan UBAYA

21 January 2011

Senin 17 Januari 2011

Pada hari Senin, 17 Januari 2011, LSIH UB menerima kunjungan Tim Dosen dari Fakultas Teknobiologi UBAYA Surabaya dan Jurusan Kimia Fakultas Sain dan Teknologi UIN Malang. Kunjungan ini diterima langsung oleh Dra. Fatchiyah M. Kes., Ph.D selaku direktur LSIH UB. Kunjungan ini tidak terlepas dari adanya salah satu staff dosen UBAYA yang lolos seleksi mengikuti ‘Workshop on DNA Science’ Kentucky University USA dan LSIH UB tahun 2010 lalu.

kelompok kajian bioteknologi UBAYA tertarik untuk mengembangkan ‘teknik analisis biologi molekuler’ sebagai bagian dari pengembangan kurikulum bioteknologi di universitas tersebut

Dalam diskusi disepakati bahwa  mulai semester genap 2011 ini, pihak UBAYA meminta staff peneliti utama di LSIH UB untuk mengisi kuliah tamu tentang pengalaman penelitian yang berbasis bioteknologi  molekuler sebagai bagian dari program pembelajaran kurikulum yang telah mereka tetapkan

Sementara itu tim dari UIN yang beranggotakan kepala laboratorium kimia, biologi serta para laboran melakukan kunjungan dalam rangka studi banding manajemen laboratorium LSIH UB

Penerimaan kunjungan staf UIN dipimpin oleh drh. Masdiana C. Padaga, M.App.Sc  selaku manajer teknis yang menjelaskan mengenai profil LSIH UB sebagai laboratorium uji mencakup 3 divisi (teknologi pangan, molekuler dan seluler, Agrokompleks), penjelasan manajemen laboratorium LSIH, dan persiapan akreditasi ISO 17025 – 2005, Acara diakhiri dengan kunjungan ke setiap ruang loratorium dan sarana pembelajaran

Dalam kunjungan tersebut, tim UIN melakukan verifikasi terhadap sarana prasarana di dalam labarotorium sebagai penunjang kebutuhan manajemen

« Previous PageNext Page »